Selasa, 29 Januari 2013

Apa Itu Topologi Komputer??


Topologi Jaringan Komputer berarti suatu cara pemetaan dalam menjelaskan hubungan secara geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan diantaranya node, link dan station membentuk sebuah jaringan komputer yang bisa bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Lebih sederhana pengertian topologi jaringan komputer yaitu gambaran dari beberapa komputer dengan peralatan jaringan yang tersusun dalam jaringan komputer.

Istilah kata Topologi berasal dari bahasa yunani yaitu topos berarti tempat dan logos yang berarti ilmu, sehingga topologi itu ilmu tempat yang bersangkut paut dengan ilmu tata ruang, dimensi, bentuk dan transformasi.

Memahami topologi jaringan komputer lebih lanjut ada baiknya perlu diketahui terlebih dahulu pemahaman akan pengertian komputer dimana sebuah kesatuan perangkat elektronik yang dirangkai sedemikian rupa saling bekerja sama menjadi sebuah komponen mesin yang dapat menerima input lalu mengolah dan menghasilkan keluaran informasi yang berguna dan pada saat ini digunakan untuk berbagai keperluan. Berikutnya tentulah kita harus juga sudah paham pengertian jaringan komputer yang secara singkatnya merupakan beberapa komputer yang saling terhubung untuk berbagi sumber daya, berkomunikasi dan juga akses informasi.

Topologi Jaringan menjelaskan hubungan antara komputer yang disusun dalam sebuah jaringan atas dasar kegunaan dan fungsi, keterbatasan resource dan juga biaya.
Topologi Jaringan terbagi menjadi dua yaitu
  1. Topologi secara fisik (physical topology) menjelaskan bagaimana susunan dari kabel, komputer dan lokasi dari semua komponen-komponen jaringan komputer.
  2. Topologi secara logika (logical topology) menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan komputer.
Berikut ini weblog akan jelaskan lebih lanjut mengenai topologi jaringan baik secara fisik maupun logika disertai pengertian dan juga kelebihan maupun kekurangan dari setiap jenis-jenis topologi jaringan yang ada.

Jenis-jenis Topologi Jaringan Fisik (Physical Topology)

Arsitektur topologi suatu bentuk koneksi secara fisik dalam menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. Pada jaringan sederhana local area network (LAN) dikenal 3 topologi yang paling sering digunakan yaitu Topologi Bus, Start (Bintang) dan Ring (Cincin). Seiring waktu penggunaan berkembang topologi secara fisik dengan penggabungan dari 3 topologi tersebut diantaranya yaitu topologi hierarchical/Tree (Pohon), Extended Star, dan Mesh (Tak Beraturan).

Topologi Bus

Topologi Bus (topologi backbone) adalah topologi jaringan dengan membentangkan kabel (coaxial) memanjang dengan kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node kemudian perangkat jaringan dan komputer-komputer dihubungkan pada kabel tersebut menggunakan T-Connector.
topologi bus
Ciri-Ciri Topologi Bus
  • Teknologi lama yang umum digunakan karena sederhana dalam instalasi.
  • Tidak butuh peralatan aktif dalam menghubungkan komputer.
  • Menggunakan konektor BNC tipe T.
  • Pada ujung kabel dipasang konektor 50ohm.
  • Diperlukan repeater untuk jarak yang cukup jauh
  • Discontinue Support.
Kelebihan Topologi Bus
  • Hemat Kabel
  • Layout kabel sangat sederhana
  • Biaya instalasi relatif lebih murah
  • Penambahan workstation baru mudah dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain.
Kekurangan Topologi Bus
  • Sulit melakukan pelacakan masalah.
  • Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data).
  • Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi.

Topologi Start (Bintang)

Topologi Start atau Bintang adalah topologi jaringan yang menyerupai bentuk bintang dengan node ditengah sebuah alat concentrator (hub, switch) sebagai pusat dihubungkan ke setiap station (komputer).
topologi start (bintang)
Ciri-ciri Topologi Start (Bintang)
  • Akses kontrol terpusat, teriminal pusat bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi.
  • Terminal yang lain melakukan komunikasi melalui terminal pusat.
  • Menggunakan alat concentrator Hub, Switch, atau MAU (Multi Access Unit)
Kelebihan Topologi Start (Bintang)
  • Tahan terhadap arus lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Tingkat keamanan cukup tinggi.
  • Penambahan ataupun pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  • Kerusakan pada satu saluran tidak mempengaruhi saluran yang lain.
  • Mudah dalam mendeteksi kerusakan dan kesalahan pengelolaan dalam jaringan
Kekurangan Topologi Start (Bintang)
  • Jika Node tengah mengalami gangguan atau kerusakan maka rangkaian jaringan berhenti.
  • Pemakaian kabel jaringan sangat banyak
  • Jaringan sangat tergantung dari terminal pusat.
  • Biaya pengadaan jaringan lebih mahal dari pada topologi bus dan ring.
  • Peran HUB merupakan elemen kritis dan sangat sensitif perlu dijaga jangan sampai bermasalah, penambahan komputer bisa mempengaruhi kecepatan transfer data.

Topologi Ring (Cincin)

Topologi Ring (Cincin) merupakan pemetaan jaringan komputer yang bentuknya seperti cincin yaitu bulatan melingkar berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya dimana berperan dalam menghubungkan semua komputer.
topologi ring (cincin)
Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin)
  • Setiap terminal dalam Topologi Jaringan Ring adalah repeater yang mempu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan data yaitu proses kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya.
  • Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung.
Kelebihan Topologi Ring (Cincin)
  • Hemat kabel jaringan.
  • Tidak akan terjadi bentrokan atau tabrakan pengiriman data.
Kekurangan Topologi Ring (Cincin)
  • Jika terjadi gangguan satu titik node mengakibatkan semua jaringan terganggu.
  • Sulit mendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi.
  • Pengembangan jaringan agak kaku.

Topologi Extended Star

Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang).

topologi extended star

Ciri-ciri Topologi Extended Star
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node dan sub Node berkomunikasi dengan central node dan kembali lagi.
  • Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya.
Kelebihan Topologi Extended Star
  • Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lain tidak terganggu.
Kekurangan Topologi Extended Star
  • Bila Central node terputus maka semua node pada setiap sub node juga akan terputus.
  • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade.

Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)

Topologi Hierarchical yang lebih umum dikenal dengan Topologi Tree (Pohon) merupakan pengembangan dari topologi Bus dan juga topologi Bintang dimana media transmisi satu kabel yang bercabang tetapi loop tidak tertutup. Pada topologi Tree dimulai dari suatu titik (Headend) dimana seperti topologi bintang dan dari situlah kemudian beberapa kabel ditarik bercabang lalu pada setiap cabang terhubung ke beberapa terminal dalam bentuk topologi Bus. Topologi Jaringan pohon juga sering disebut dengan topologi jaringan bertingkat dengan beberapa tingkatan simpul atau node.
topologi tree (pohon) atau topologi Hierarchical
Ciri-ciri Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
  • Kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus
Kelebihan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
  • Dapat membentuk kelompok yang dibutuhkan.
Kelemahan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
  • Bila simpul pada hirarki lebih tinggi tidak berfungsi atau bermasalah maka kelompok lain yang berada dibawahnya akan menjadi tidak efektif.

Topologi Mesh (Tak Beraturan)

Topologi Mesh adalah gambaran hubungan langsung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya dimana dibangun dengan memasang link diantara station-station. Topologi Mesh merupakan topologi yang tidak beraturan dan tidak memiliki aturan dalam koneksinya.
Topologi Mesh
Ciri-ciri Topologi Mesh
  • Perangkat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
  • Tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan komputer.
Kelebihan Topologi Mesh
  • Data dapat langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melalui komputer lainnya.
  • Bila terjadi gangguan koneksi maka gangguan tidak akan mempengaruhi koneksi dengan yang lainnya.
  • Privacy dan juga secutiry lebih terjamin karena komunikasi hanya terjadi antara dua komputer saja dan tidak bisa diakses oleh kompute yang lainnya.
  • Identifikasi permasalahan jaringan lebih mudah.
Kekurangan Topologi Mesh
  • Butuh banyak kabel dan juga port input output.
  • Installasi dan juga konfigurasi lebih sulit.
  • Memerlukan space yang lebih besar.

Jenis-Jenis Topologi logika (logical topology)

FDDI ( Fiber Distributed-Data Interface )

FDDI merupakan standar komunikasi data dengan menggunakan fiber optic yang panjangnya sampai dengan 200 km. Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring yang terdiri dari dua Token Ring, yang satu ring berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau saat mengalami masalah kegagalan dalam bekerja. Pada sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps.

Token Ring

Token Ring merupakan cara akses pada jaringan yang berbasis teknologi ring (gelang), token ring memiliki kemampuan dalam pengiriman data dengan kecepatan 4Mbps dan kemudian meningkat menjadi 16Mbps.
Peralatan jaringan secara fisik dengan token ring terhubung dalam konfigurasi Topologi Ring dimana data akan dilewatkan dari peralatan satu ke peralatan yang lain secara berurutan.

Ethernet

Ethernet merupakan jenis skenario dalam perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer. Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut:
  • Ethernet II (digunakan untuk TCP/IP, dijelaskan pada pengertian internetmenggunakan standar Internet Protocol Suite TCP/IP)
  • Ethernet 802.3 (digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi 3.11 dan versi sebelumnya)
  • Ethernet 802.2 (digunakan untuk konektivitas dengan Novell NetWare 3.12 dan versi selanjutnya)
  • Ethernet SNAP (digunakan sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP)
Setiap format frame Ethernet di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya sehingga cukup menyulitkan dalam instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan melalui sistem operasi.

Menentukan Topologi Jaringan dalam membangun komunikasi hubungan antara komputer bisa didasari dari segi ukuran skala jaringan dipergunakan, pembiayaan, tujuan, dan penggunaannya.


lanjutane »»  

Pengetahuan Sedikit Tentang DNS


I. PENDAHULUAN

DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menjaga informasi tentang nama host (hostname) dan juga nama domain (domain name) dalam bentuk database tersebar (distributed database) pada jaringan komputer. Dengan DNS, sebuah alamat IP dapat dipetakan ke dalam hostname dan domain name yang lebih mudah diingat oleh manusia. Adalah lebih mudah bagi kita untuk mengingat nama http://www.google.comdibandingkan dengan 66.249.89.99. DNS ditemukan oleh Paul Mockapertis pada tahun 1983.Ada beberapa metode untuk membuat server DNS, namun dalam tutorial ini akan dijelaskan cara membuat server DNS menggunakan BIND karena aplikasi BIND merupakan aplikasi terpopuler dalam membuat server pada saat ini dan dengan asumsi bahwa paket BIND sudah ada di dalam sistem.

II. Istilah-istilah Pada DNS

• RR atau Resource Records adalah kumpulan sumber informasi yang berhubungan dengan nama-nama domain.
• Namespace adalah struktur dari seluruh DNS yang berbentuk pohon terbalik
• Nameserver adalah program-program yang menyimpan informasi tentang namespace domain.
• TLD or Top-Level Domain adalah level domain paling atas dibawah root (“.”). Contoh dari TLD adalah .com, .net, .org, dan sebagainya.
• Delegation atau delegasi adalah memberikan sbuah tanggung jawab kepada sebuah subdomain untuk mengatur dirinya sendiri.
 Registry adalah sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk menjaga file-file data di TLD dan mendelegasikannya ke setiap subdomain dari TLD itu. Contoh Verisign untuk mengelola TLD .com dan .net.
• Registrar adalah sebuah organisasi yang bertindak sebagai antar muka (interface) antara pelanggan dan registry atau lebih dikenal dengan nama ISP. Contohnya idwebhost.
• Registration adalah proses dimana pelanggan memberitahukan ke sebuah registrar untuk mendelegasikan sebuah subdomain kepadanya.
• Zone atau zona adalah sebuah daerah yang mencakup sebuah domain utuh atau hanya sebagian saja.

III. BIND

BIND singkatan dari Berkeley Internet Name Domain yang ditulis oleh Kevin Dunlap untuk BSD UNIX 4.3 Berkeley. Pada umumnya, setiap distro linux mempunyai paket BIND, tetapi jika kita tidak menemukan paket BIND dalam distro linux, kita bisa mendapatkan BIND versi terakhir di sini. Di Centos 5, versi terakhir dari BIND adalah versi 9. Pada paket ini, BIND menyertakan paket chroot untuk meningkatkan keamanan server DNS. ada beberapa file penting di dalam BIND yang harus diperhatikan, yaitu:
a. named.conf –> File konfigurasi utama untuk membuat DNS dan digunakan sebagai referensi untuk menentukan prosedur server DNS
b. named.ca –> Digunakan untuk menangani informasi server DNS root yang diperlukan untuk menginisialisasi cache dari domain server DNS internet yang disediakan oleh layanan registrasi interNIC. Di centos 5, file ini tidak ada sehingga harus di download dari sini (hasil download akan bernama named.root, namun kita akan merubah menjadi named.ca).
c. resolv.conf –> Berisi alamat domain atau alamat IP dari nameserver (biasanya IP ISP)
d. Zona forward –> Memetakan domain name ke alamat IP
e. Zona Reverse –> Memetakan alalamt IP ke domain name

III. CARA KERJA DNS


• Misal kita mau mengecek email kita di warnet dan dibrowser kita ketikkan http://mail.yahoo.com.
• Setelah itu PC kita akan mengontak server DNS lokal (Jaringan ISP yang terhubung ke warnet itu) untuk menanyakan alamat IP dari http://mail.yahoo.com.
• Server DNS lokal akan melihat ke dalam memori cachenya
• Jika data itu ada di cachenya, server tersebut akan memberikan alamat IP ke browser PC kita. Jika tidak, maka server tersebut mengontak server DNS di atasnya untuk mengetahui alamat IP tersebut.
• Jika domain itu benar-benar ada, maka root DNS akan mendapatkan alamat IP tersebut, kemudian akan dikirimkan ke server DNS lokal kita .
• Server DNS lokal akan mengontak server DNS mail.yahoo.com untuk menanyakan alamat IP-nya, dan server mail.yahoo.com akan mengirimkannya ke server DNS lokal kita.
• Server DNS lokal kita akan memberitahukan alamat IP untuk mail.yahoo.com kepada browser PC kita.
• Kemudian PC kita akan menggunakan alamat IP tersebut untuk mengontak mail.yahoo.com

IV. Persiapan nama domain

Kita akan membuat domain baru untuk server DNS, mail server dan webserver.
Domain name: example.com
DNS server name: ns1.example.com
IP DNS server: 192.168.1.2
Mail server name:mail.example.com
HTTP serever: http://www.example.com

V. Konfigurasi BIND

1. CEK PAKET BIND

Cek paket BIND di sistem kita, apakah sudah ada atau belum dengan cara:
# rpm -qa | grep bind

2. KONFIGURASI RNDC KEY

rndc key digunakan untuk mengendalikan operasi dari server DNS. Asalnya, rndc key sudah tersedia di dalam paket BIND. Kita bisa menggunakan apakah menggunakan yang sudah tersedia atau membuat yang baru. Jika kita ingin membuat RNDC key yang baru, maka berikan perintah:
# cd /var/named/chroot/etc/
# rndc-confgen > rndc.key
Setelah itu lihat file rndc.key

Hapuslah dari baris options sampai selesai dan salin bagian yang tidak dihapus untuk ditaruh di file named.conf.

3. KONFIGURASI NAMED.CONF

Sesudah mengkonfigurasi rndc.key, kita harus memasukkan file rndc.key dan menyalin
Key “rndc.key” {
………………… };
Maka sesudah itu kita harus membuat file named.conf di direktory yang sama dengan cara:
# vi named.conf
dan menambahkan seperti berikut:
// mulai named.conf
    //kita masukkan rndc.key (copy-paste dari rndc.key yang baru dibuat)

key "rndckey" {
…………………………………………
};

// kita asumsikan server kita mempunyai IP 192.168.1.2 yang melayani 192.168.1.0/24
controls {
inet 192.168.1.2 allow { 192.168.1.0/24; } keys { "rndckey"; };
};

options {
directory "/var/named";
pid-file "/var/run/named/named.pid";

/*
* If there is a firewall between you and nameservers you want
* to talk to, you might need to uncomment the query-source
* directive below. Previous versions of BIND always asked
* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged
* port by default.
*/
query-source address * port 53;

// so people can't try to guess what version you're running
version "REFUSED";

allow-query {
any; };
};

server 192.168.1.2 {
keys { rndckey; };
};

zone "." IN {
type hint;
file "data/named.ca";
};

// Kita asumsikan dns server kita adalah example.com
zone "example.com" IN {
type master;
file "data/example.com.zone";
allow-update { none; };
};

// Kita asumsikan bahwa zona reverse kita adalah 1.168.192
zone "1.168.192.in-addr.arpa" IN {
type master;
file "data/1.168.192.zone";
};
// end of named.conf

4. KONFIGURASI ZONA FORWARD

Sesudah kita mengkonfigurasi named.conf kita harus membuat forward zone di dengan cara
# vi /var/named/chroot/var/named/data/example.com.zone
dan mengkonfigurasinya seperti ini:
$TTL 38400      ; 10 hours 40 minutes
@                          IN SOA  ns1.example.com. admin.example.com. (
                                                2007020400 ; serial
                                                180        ; refresh (3 minutes)
                                                360        ; retry (6 minutes)
                                                604800     ; expire (1 week)
                                                86400      ; minimum (1 day)
                                                                       )
                                NS     ns1.example.com.
                                A      192.168.1.2
                                MX     10 mail.example.com.
ftp                      IN   CNAME   ns1
mail                     IN   CNAME   ns1
ns1                     IN   A       192.168.1.2
www                   IN   CNAME   ns1
Penjelasan singkat:
TTL (Time to Live) –> Panjang waktu nameserver untuk menyimpan sebuah record. Jika TTL berakhir, nameserver harus membuang data yang tersimpan dan mendapatkan data baru dari nameserver otoritative
SOA (Start of Authority) –> Mengindikasikan otoritas untuk zona ini
IN (Internet Name) –> Digunakan jika menggunakan protokol TCP/IP
ns1.example.com –> Hostname yang bertanggungjawab untuk domain example.com
admin.example.com –> Alamat email administrator
serial –> Nomor serial yang akan bertambah jika data berubah, biasanya ditulis dengan format YYMMDDxx
refresh –> Panjang waktu untuk server secondary untuk mengecek perubahan di server primer
retry –> Panjang waktu untuk server secondary untuk menunggu verifikasi terhadap perubahan di server primer jika server primer tidak memberikan respon ketika refresh
expire –> Panjang waktu untuk secondary server untuk menahan zona file jika server secondary tidak melakukan keadaan refresh
@ –> Bagian ini identik dengan dengan zona yang didefinisikan di named.conf dan bisa digantikan dengan nama DNS (misal: example.com)
NS (Name Server) –> Digunakan untuk mendefinisikan sever hostname DNS dan harus diakhiri dengan tanda titik.
minimum ttl –> Menentukan nilai ttl untuk seluruh record di zona forward
IN NS ns1.example.com –> Mendefinisikan bahwa hostname ns.example.com yang memegang tanggung jawab terhadap domain example.com

IN MX 10 mail.example.com –> M
endefinisikan bahwa hostname mail.example.com yang memegang tanggung jawab sebagai mail server di domain example.com. nomor mewakili prioritas ketika pengiriman surat dan nomor kecil menjadi prioritas utama
ns IN A 192.168.1.2 –> Mengecek bahwa hostname ns.example.com mempunyai alamat IP di 192.168.1.2
mail IN CNAME NS –> Mengecek bahwa hostname ns.example.com mempunyai nama lain (name alias) mx.example.com

5. KONFIGURASI ZONA REVERSE

Sesudah mengkonfigurasi zona forward, kita harus membuat zona reverse di dalam direktori yang sama dan mengkonfigurasinya seperti ini:
 # vi /var/named/chroot/var/named/data/1.168.192.zone
dan mengkonfigurasinya seperti ini:
$TTL 38400      ; 10 hours 40 minutes
@                          IN SOA  ns1.example.com. admin.example.com. (
                                                2007020404 ; serial
                                                180        ; refresh (3 minutes)
                                                360        ; retry (6 minutes)
                                                604800     ; expire (1 week)
                                                86400      ; minimum (1 day)
                                                                       )
                                    NS     ns1.example.com.
2                              IN PTR    arfie.example.com
penjelasan singkat:
2 IN PTR arfie.example.com –> mengecek bahwa hostname arief.example.com mempunyai alamat IP di 192.168.1.2
sisanya sama dengan zona forward

6. KONFIGURASI RESOLVE.CONF

Kita harus mengkonfigurasi file resolve.conf di /etc/resolv.conf dan mengkonfigurasinya seperti ini:
nameserver 192.168.1.2

7. MENAMBAHKAN NAMED.CA

Setelah mendownload named.root, maka ubahlah namanya menjadi named.ca dengan cara
# mv named.root named.ca
lalu pindahkan file ini ke /var/named/chroot/var/named/data
# mv named.ca /var/named/chroot/var/named/data

8. MENYALAKAN SERVER DNS

Sesudah mengkonfigurasi server DNS, kita harus mengecek apakah server DNS kita sudah bekerja atau belum. Gunakan perintah ini:
# service named start

VI. Troubleshooting

Mungkin apabila kita pertama kali membuat server DNS, akan banyak error yang terjadi. Biasanya, error akan langsung muncul setelah kita mencoba menyalakan DNS. Tapi, terkadang error itu tidak muncul dan DNS kita tidak bekerja. Untuk itu, lihatlah di file /var/log/messages sehingga kita bisa mengidentifikasi error apa dan bagaimana cara menghilangkan error itu. Di bawah ini ada beberapa solusi untuk menghilangkan error-error yang terjadi ketika membuat server DNS:

1. FILE TIDAK ADA

Error:
xxxxxxxxxx: file not found

Solusi:
Kita memasukkan zona forward atau reverse ke direktory yang salah yang tidak sama dengan parameter yang ada di file named.conf atau bisa juga kita salah dalam membuat nama zona forward atau reverse yang tidak sama dengan parameter yang ada di file named.conf. Maka dari itu, pastikan bahwa nama file baik itu zona forward maupun zona reverse sesuai dengan yang ada di file named.conf. Dan juga pastikan bahwa, file-file tersebut sesuai dengan apa yang ada di file named.conf.

2. NON EXISTENT DOMAIN

Error:
*** xxx can’t find xxx: Non-existent domain

Solusi:
Cek di zona reverse apakah kita sudah memberi pointer kepada file itu. Jika belum, buatlah pointer seperti pada bagian diatas (Konfigurasi Zona Reverse).

3. REFUSED

Error:
** server can’t find ****: REFUSED

Solusi:
Ganti IP DNS di /etc/resolv.conf


lanjutane »»  

Jenis Jenis Protocol dan Fungsinya Pada Jaringan Komputer


Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat kerasperangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
  1. Protokol lapisan aplikasi
  2. Protokol lapisan antar-host
  3. Protokol lapisan internetwork
  4. Protokol lapisan antarmuka jaringan
UDP ( User Datagram Protokol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
  • Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
  • Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi.
  • UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
  • UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.


 Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
Point-to-Point Protocol
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.
Serial Line Internet Protocol
Serial Line Internet Protocol dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut

Disingkat dengan SLIP. Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.
Internet Control Message Protocol (ICMP)
adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
POP3 (Post Office Protocol)
POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.
IMAP (Internet Message Access Protocol)
IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali.
adalah suatu  protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau email di Internet. Protokol ini gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima. Untuk menggunakan SMTP bisa dari Microsoft Outlook. biasanya untuk menggunakan SMTP di perlukan settingan :
1. Email Address : contoh —> anda@domainanda.com

2. Incoming Mail (POP3, IMAP or HTTP) server : mail.doaminanda.com
3. Outgoing (SMTP) server : mail.domainanda.com
4. Account Name : anda@domainanda.com
5. Password : password yang telah anda buat sebelumnya

 HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon
atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.
Contohnya bila kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser maka web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada kita.
HTTPS


https adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.
Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual.

Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’
SSH (Sucure Shell)
SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin.
Telnet (Telecommunication network)
Adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
FTP ( File Transfer Protocol )
FTP ( File Transfer Protocol ) adalah sebuah protocol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) computer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP atau protocol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga diantara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan User name dan paswordnya yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguana terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses ,men-dawnload ,dan meng- updlot berkas- berkas yang ia kehenaki. Umumnya, para pengguna daftar memiliki akses penuh terdapat berapa direkotri , sehingga mereka dapat berkas , memuat dikotri dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login,yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous & password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail. Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.
Tujuan FTP server adalah sebagai beikut :
  1. Untuk men-sharing data.
  2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
  3. Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi User.
  4. Untuk menyediakan tranper data yang reliable dan efisien.


LDAP
DAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.
SSL (Secure Socket Layer)
SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL digunakan tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.
Secure Sockets Layer (SSL) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenkripsi

pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan. SSL protocol menyedian privasi komunikasi di internet. SSL tidak mendukung fileencryption, access-control, atau proteksi virus, jadi SSL tidak dapat membantu mengatur data sensitif setelah dan sebelum pengiriman yang aman.


Sumber : http://emil2104.wordpress.com/2011/08/02/jenis-jenis-protocol-dan-fungsinya-pada-jaringan-komputer/
lanjutane »»